Bubuk leleh panas tidak menempel dengan kuat dan terlepas setelah proses pencetakan panas.
13 Juni 2025
Masalah yang terjadi: Pola mudah terlepas setelah proses pencetakan panas, atau beberapa area tidak terikat dengan kuat.
2. Suhu/waktu pencetakan panas tidak mencukupi
3. Sisa minyak atau oli silikon pada kain
4. Kualitas bubuk perekat leleh panas yang buruk atau kelembapan yang berlebihan
5. Kain tidak rata atau tertarik terlalu kencang selama proses pencetakan panas.
Larutan:
1. Sesuaikan mesin pengayak bubuk: Periksa apakah osilator berfungsi dengan baik untuk memastikan bubuk terdistribusi secara merata.
2. Optimalkan parameter pencetakan panas: tingkatkan suhu (160-170℃) atau perpanjang waktu pencetakan panas (10-17 detik).
3. Lakukan pra-perawatan pada kain: Bersihkan kain dengan penghilang noda untuk menghilangkan minyak silikon atau residu pelembut.
Langkah-langkah pencegahan:
Periksa dan lumasi struktur mekanis setiap bulan.
Hindari beban berlebih dan pencetakan jangka panjang.
R4.Ganti bubuk leleh panas berkualitas tinggi: Pilih bubuk dengan fluiditas yang baik dan partikel yang seragam, dan tutup rapat untuk mencegah masuknya kelembapan.
5. Perhatikan metode penyetrikaan: pakaian harus diletakkan langsung di atas alas mesin setrika tanpa kusut untuk disetrika. Jangan menarik kain agar pakaian tetap mempertahankan bentuk aslinya saat dipanaskan untuk menghindari distorsi pola dan penyusutan kain.
Langkah-langkah pencegahan:
Ikuti langkah-langkah yang benar untuk pencetakan panas, dan perhatikan untuk memastikan apakah perlu menekan dua kali sesuai dengan situasi.
1. Bersihkan bagian dalam mesin pengocok bubuk secara teratur.
2. Uji parameter pencetakan panas pada berbagai jenis kain.
3. Simpan bubuk leleh panas di tempat yang kering.
Kemungkinan penyebabnya:
2. Suhu/waktu pencetakan panas tidak mencukupi
3. Sisa minyak atau oli silikon pada kain
4. Kualitas bubuk perekat leleh panas yang buruk atau kelembapan yang berlebihan
5. Kain tidak rata atau tertarik terlalu kencang selama proses pencetakan panas.
Larutan:
1. Sesuaikan mesin pengayak bubuk: Periksa apakah osilator berfungsi dengan baik untuk memastikan bubuk terdistribusi secara merata.
2. Optimalkan parameter pencetakan panas: tingkatkan suhu (160-170℃) atau perpanjang waktu pencetakan panas (10-17 detik).
3. Lakukan pra-perawatan pada kain: Bersihkan kain dengan penghilang noda untuk menghilangkan minyak silikon atau residu pelembut.
Langkah-langkah pencegahan:
Periksa dan lumasi struktur mekanis setiap bulan.
Hindari beban berlebih dan pencetakan jangka panjang.
R4.Ganti bubuk leleh panas berkualitas tinggi: Pilih bubuk dengan fluiditas yang baik dan partikel yang seragam, dan tutup rapat untuk mencegah masuknya kelembapan.
5. Perhatikan metode penyetrikaan: pakaian harus diletakkan langsung di atas alas mesin setrika tanpa kusut untuk disetrika. Jangan menarik kain agar pakaian tetap mempertahankan bentuk aslinya saat dipanaskan untuk menghindari distorsi pola dan penyusutan kain.
Langkah-langkah pencegahan:
Ikuti langkah-langkah yang benar untuk pencetakan panas, dan perhatikan untuk memastikan apakah perlu menekan dua kali sesuai dengan situasi.
1. Bersihkan bagian dalam mesin pengocok bubuk secara teratur.
2. Uji parameter pencetakan panas pada berbagai jenis kain.
3. Simpan bubuk leleh panas di tempat yang kering.
